TEMUKAN BEST PRACTICE BISNIS ANDA

TEMUKAN BEST PRACTICE BISNIS ANDA

Best Practice atau praktik terbaik dapat didefinisikan sebagai suatu cara paling efisien (upaya paling sedikit) dan efektif (hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas, berdasarkan suatu prosedur yang dapat diulangi yang telah terbukti manjur untuk banyak orang dalam jangka waktu yang cukup lama (Wikipedia).

Menurut Untung Sutikno, Best Practice adalah suatu ide atau gagasan mengenai suatu teknik, metode, proses, aktivitas, insentip atau penghargaan [reward] yang lebih efektif dalam mencapai keberhasilan yang luar biasa dibandingkan dengan teknik, metode, proses lain (untungsutikno.blogspot.co.id, 2010).

Apa hubungan best practice ini dengan sistem bisnis?

Sistem dibuat berdasarkan proses bisnis dalam suatu perusahaan. Proses bisnis dari perusahaan Anda dengan perusahaan lainnya berbeda – beda. Maka Anda tidak bisa sekedar Copy Paste sistem dari milik perusahaan lain yang lebih sukses untuk dipakai pada perusahaan Anda. Ibarat baju, tidak akan benar-benar pas dengan tubuh Anda jika tidak dibuat berdasarkan ukuran badan Anda sendiri. Bisa jadi baju tersebut kurang nyaman dipakai, kelonggaran atau kesempitan.

Maka, Anda harus menemukan best practice bisnis Anda sendiri! Ketahuilah best practice perusahaan lain bukanlah best practice pada perusahaan Anda. Maka sistem harus dibuat berdasarkan best practice perusahaan Anda sendiri. Demikian juga SOP (Standard Operating Procedure). Temukan cara yang terbaik dari setiap proses bisnis pada perusahaan Anda tersebut, kemudian Anda standarkan menjadi SOP untuk Perusahaan Anda.

Anda tetap membutuhkan system perusahaan lain agar bisa dipelajari. Dengan rumus ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) akan mempermudah Anda untuk menyusun system perusahaan Anda. Anda mesti tahu template laporan neraca, laba rugi dan cashflow perusahaan lain untuk dapat menyusun laporan keuangan Anda sendiri. Anda memerlukan template job descriptions, standard operating procedure (SOP), key performance indicators (KPI) berserta contoh – contohnya untuk mengetahui bagaimana system dibuat.

Sistem adalah sekumpulan prosedur dan perangkat yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan sistem itu diharapkan dapat menjamin suatu proses bisnis berjalan seperti yang Anda harapkan terlepas dari siapapun yang menjalankannya.

Siapapun penjualnya, sistem penjualan yang baik akan memberikan jaminan kualitas layanan terhadap pelanggan Anda. Sistem pemasaran yang tepat akan memberi kepastian pencapaian target penjualan. Sistem produksi yang baik akan menjamin kualitas produk seperti yang Anda inginkan.

Banyak cara untuk menyusun sistem bisnis. Dan di sini Anda dapat menemukan cara mudah menyusun SOP (Standard Operating Procedure) usaha Anda dengan tepat.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di  www.mastersop.com

Salam Founder
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

#master-sop
#sistem-bisnis
#contoh-sop
#sop-perusahaan
#menolak-kalah
#berdayadi-Negeri-Sendiri
#buku-bisnis
#grounded
#konsultan-sop
#konsultan-bisnis

Tag: master sop, sistem Bisnis, contoh sop, sop perusahaan, menolak kalah, berdaya di negeri sendiri, buku Bisnis, grounded business coaching, konsultan sop, konsultan Bisnis, business coach, Bisnis bali,

BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

Business Model Canvas (BMC) adalah tools bisnis yang menjelaskan bisnis model atau menjelaskan bagaimana bisnis tersebut menghasilkan uang. Alexander Osterwalder adalah penemu BMC yang diterjemahkan dalam 9 blok atau elemen yaitu :

(1) Customer segments, (2) Value Propositions, (3) Channels, (4) Customer Relations,  (5) Revenue Streams, (6) Key Activities, (7) Key Resourses, (8) Key Partners, (9) Cost Structures.

Sebagai rencana bisnis, BMC mengantisipasi agar pebisnis tidak terjebak kepada 9 penghambat kemajuan bisnis, yaitu:

  1. Ketidakjelasan Target pasar
  2. Produk tidak dibutuhkan pelanggan
  3. Produk tidak dikenali pasar
  4. Kurang perhatian kepada pelanggan
  5. Sumber pendapatan terbatas
  6. Kegiatan inti kurang mendapat perhatian
  7. Sumber daya tidak siap
  8. Memilih mitra yang salah
  9. Cost tinggi dan tidak efisien.

Biasanya BMC disajikan dalam bentuk poster besar dan visual, karena itu mudah untuk berbagi melalui media foto atau mengambil poster dari dinding untuk  bertemu dengan pihak lain yang berkepentingan. Bentuk visual dari BMC ini memudahkan business owner untuk melibatkan team dan membaginya dengan partner.

BMC bisa dipakai untuk semua jenis model bisnis, disamping  mempercepat mengetahui keseluruhan kekuatan dan kekurangan bisnis, BMC juga dapat melakukan proses analisa kebutuhan biaya dan profit secara cepat. BMC dapat digunakan memetakan bisnis secara sistematis, mengetahui kelemahan dan kekuatan semenjak dini dari sudut pandang yang benar. Sehingga BMC dapat digunakan untuk pengambilan keputusan pengembangan manajemen strategi bisnis.

Customer Relationships dalam BMC memandu Anda dalam membangun relasi dengan Konsumen, relasi dengan konsumen penting agar konsumen kita tidak lari ke pesaing.

Tiga blok dalam BMC membantu Anda untuk meningkatkan penjualan sesuai target yang ditetapkan.  Yaitu Customer Segments, Channels, Customer Relationships memiliki tujuan untuk meningkatkan Penjualan.

Value Propositions dan Key Partners membuat Anda menang menghadapi persaingan. Dalam membangun bisnis yang kuat dan kokoh Anda harus menciptakan valuasi produk yang terunggul dan partner yang tepat untuk membantu bisnis Anda. Untuk memastikan bisnis Anda berjalan, dalam business model canvas ini Anda memasukkan siapa-siapa saja yang nantinya akan mendukung bisnis berjalan baik. Key Resourses memetakan siapa dan apa saja yang dibutuhkan agar bisnis Anda tetap berjalan

Membuat BMC adalah cara yang efektif untuk membuat sistem bisnis. Key Activities dan Key Resourses secara khusus membantu Anda mendesain sistem business, job descriptions dan SOP perusahaan. Tujuan sistem bisnis agar bisnis semakin efektif dan berkembang dan menghasilkan maksimal meskipun kita tidak rutin berada di bisnis kita.

Puncaknya adalah Revenue Streams sebagai elemen penghasil uang, sumber – sumber pendapatan dari bisnis Anda. Sedangkan Cost Structures adalah biaya-biaya yang dikeluarkan agar bisnis berjalan, selisih Revenue Streams dengan Cost Structures menghasilkan profit atau keuntungan atas bisnis yang Anda jalankan.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di  www.mastersop.com

Salam Founder
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

#master-sop
#sistem-bisnis
#contoh-sop
#sop-perusahaan
#menolak-kalah
#berdayadi-Negeri-Sendiri
#buku-bisnis
#grounded
#konsultan-sop
#konsultan-bisnis

Tag: master sop, sistem Bisnis, contoh sop, sop perusahaan, menolak kalah, berdaya di negeri sendiri, buku Bisnis, grounded business coaching, konsultan sop, konsultan Bisnis, business coach, Bisnis bali,

COST STRUCTURES

COST STRUCTURES

Pastikan biaya yang Anda keluarkan lebih kecil daripada pendapatan Anda!, Revenue Streams tidak sempurna tanpa adanya Cost Structures. Cost Structures adalah biaya – biaya yang timbul karena konsekwensi dari setiap aktivitas (key activities) untuk menghasilkan barang atau jasa (value proposition).

Cost Structures adalah blok atau elemen terakhir dari Business Model Canvas temuan Alexander Osterwalder. Dengan mengetahui elemen ini maka Anda akan mengetahui berapa besar investasi yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis Anda.

Dan Anda tidak dapat menentukan laba (profit) jika tidak mengetahui komponen biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis Anda.  Setiap struktur biaya akan mempengaruhi Harga Pokok sebelum Anda memutuskan Harga Jual produk Anda.  Struktur biaya juga akan mengurai habis biaya usaha atau biaya operasional perusahaan sehingga Anda dengan jelas mengetahui berapa keuntungan bersih (net porofit) usaha Anda.

PROFIT MARGIN

Jika omset adalah jumlah uang hasil penjualan maka profit adalah keuntungan dari hasil penjualan. Omset menunggu perhitungan harga pokok dan biaya operasional usaha lainnya sebelum menghitung profit (laba bersih). Besarnya omset tidak menjamin keuntungan besar, bisa jadi omset besar tapi keuntungan kecil atau sebaliknya malah rugi. Hal ini bisa terjadi karena tingginya harga pokok produk dan biaya besarnya operasional perusahaan. Omset sendiri tidak selalu berbentuk kas bisa juga dalam bentuk piutang yang kemungkinan tidak tertagih.

Profit Margin adalah selisih antara net sales (penjualan) dengan operating expenses (Harga Pokok Penjualan + Biaya Operasional). Menghitung Rasio Profit Margin adalah besarnya keuntungan bersih (Penjualan – HPP – Biaya Operasional) dibagi atau dibandingkan total omset (penjualan) dalam suatu periode.

HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)

Harga Pokok Penjualan adalah jumlah pengeluaran dan beban yang langsung atau tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa di dalam kondisi dan tempat barang tersebut dapat digunakan atau dijual. Dalam perusahaan industri HPP disebut juga Harga Pokok Produksi, yaitu Harga Pokok melekat pada persediaan barang jadi. Harga Pokok Produksi dikeluarkan untuk memproses bahan mentah menjadi bahan jadi. Dan komponen Harga Pokok Produksi terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung

BIAYA LANGSUNG TAK LANGSUNG

Biaya langsung adalah biaya -biaya yang secara akurat dapat dibebankan langsung pada proses produksi atau pembuatan produk, misalnya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung bagian produksi. Sedangkan biaya tidak langsung adalah biaya-biaya overhead, yaitu biaya produksi yang tidak dapat dibebankan langsung tetapi berkaitan dengan proses produksi atau pembuatan produk. Misalnya biaya depresiasi mesin dan gedung pabrik dan lainnya.

BIAYA TETAP TIDAK TETAP

Fixed cost adalah biaya-biaya tetap yang muncul tidak tergantung pada jumlah produksi. Varible cost adalah biaya – biaya yang muncul  bervariasi sesuai jumlah barang yang diproduksi. Contoh Fixed cost seperti: gaji karyawan bulanan, sewa gedung, penyusutan aktiva tetap. Variable cost seperti: biaya bahan baku, tenaga yang dibayar per satuan kerja, tukang jahit yang dibayar per baju, dll.

Demikianlah struktur biaya yang harus Anda ketahui sebagai business owner. Untuk lebih mudahnya berikut daftar struktur biaya (Cost Structures) sebagai berikut:

  1. Pengadaan Bahan Baku
  2. Pengadaan Barang Dagangan
  3. Tenaga Kerja
  4. Sewa Gedung
  5. Depresiasi/Penyusutan
  6. Transportasi
  7. Komunikasi
  8. Alat Tulis
  9. Asuransi
  10. Pemasaran
  11. Konsultan
  12. administrasi
  13. Dan lain-lain

Jika Anda sudah memahami, maka Cost Structures harus lebih kecil ketimbang Revenue Streams untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di  www.mastersop.com

Salam Founder
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

#master-sop
#sistem-bisnis
#contoh-sop
#sop-perusahaan
#menolak-kalah
#berdayadi-Negeri-Sendiri
#buku-bisnis
#grounded
#konsultan-sop
#konsultan-bisnis

Tag: master sop, sistem Bisnis, contoh sop, sop perusahaan, menolak kalah, berdaya di negeri sendiri, buku Bisnis, grounded business coaching, konsultan sop, konsultan Bisnis, business coach, Bisnis bali,