MANAGEMENT CONTROL SYSTEM

MANAGEMENT CONTROL SYSTEM

Setiap prosedur yang Anda buat harus disertai perangkat kontrolnya atau control system yang berfungsi mengaktivasi SOP yang Anda buat agar tidak hanya menjadi lembaran dokumen ‘mati’ yang tidak berguna.

Alat control ini berfungsi untuk menyajikan data yang akurat, agar tidak terjadi penyimpangan dalam proses pekerjaan. Sehingga operasional organisasi berjalan sesuai yang diharapkan.

Pertanyaan yang hampir sama pada setiap workshop SOP dan Sistemasi Bisnis yang saya adakan adalah tentang kenapa SOP yang sudah dibuat tidak bisa dijalankan?

Ketahuilah bahwa aktivitas “controlling” tersebut adalah merupakan salah satu fungsi manajemen yang saya sebut ‘management control system’. Fungsi inilah untuk memastikan bahwa jalannya organisasi perusahaan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Maka alat kontrol membantu para leader dan manager menemukan setiap masalah yang ada dalam operasional organisasi, kemudian memberikan pemecahan masalah tersebut.

Control System harus bisa memberikan data yang berisi informasi yang menunjukkan bukti atas kinerja apakah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Informasi yang dapat dari sistem control dapat dibandingkan dengan capaian kinerja aktual dengan target yang telah ditetapkan. Tindakan ini sering disebut dengan evaluasi kinerja.

Perangkat Kontrol SOP dalam prakteknya bisa berupa: formulir, checklist, scoreboard, absensi, KPI, atau dokumen lainnya.

Kesimpulannya, sistem harus meliputi standar kerja, ukuran kerja dan evaluasi kerja. Dengan management control system yang demikian maka eksekutor dapat mengambil tindakan untuk memperbaiki apabila terjadi penyimpangan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan saya undang Anda untuk mengikuti terus tulisan-tulisan saya dan video-video saya tentang sistemasi bisnis di link https://www.mastersop.com/sekolahbisnis

Salam,
Alim Mahdi
Master SOP

6 GEJALA BISNIS AKAN BESAR

6 GEJALA BISNIS AKAN BESAR

Di depan para peserta workshop SOP dan Sistemasi Bisnis di kota Parepare Sulawesi Selatan kemarin, saya sampaikan 6 gejala bisnis akan besar.

Adapun 6 gejala tersebut adalah:

  1. Orderan menumpuk, pelanggan melimpah
  2. Jadwal pekerjaan makin padat
  3. Layanan pelanggan lambat
  4. Kualitas produk mulai menurun
  5. Susah tidur dan sering sakit – sakitan
  6. Dan hubungan keluarga kurang harmonis

Maka, jika Anda merasa kerepotan, kewalahan dan stress dg bisnis Anda saat ini, itu bisa jadi pertanda bisnis Anda akan besar.

Bisnis yg mulai besar menyebabkan owner tidak mampu lagi handle bisnisnya sendiri, karena orderan semakin menumpuk, jadwal semakin padat sehingga banyak telpon dan chat whatsapp dari pelanggan tidak terbalas.

Owner semakin kerepotan untuk mengurus semuanya, layanan pelanggan mulai kurang memuaskan, banyak komplain dan kualitas produk menurun.

Kemudian mulai stress, susah tidur dan sakit2an dan parahnya lagi hubungan Anda dengan keluarga, istri dan anak2 kurang harmonis, kurang perhatian pada keluarga karena sering Anda tinggal lembur dan meeting untuk bisnis dan pekerjaan.

Tetapi Anda jangan khawatir, semua gejala yg demikian tadi itu pertanda usaha Anda mulai tumbuh besar.

Asal Anda menyadari dan tahu apa yg harus Anda perbuat untuk benar2 bisnis Anda menjadi besar atau sebaliknya bisnis Anda justru hancur berantakan?

Nah disaat yg demikian Anda harus mulai membangun SOP dan sistem bisnis Anda!

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan saya undang Anda untuk mengikuti terus tulisan-tulisan saya dan video-video saya tentang sistemasi bisnis di link www.mastersop.com/sekolahbisnis

 

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di  www.mastersop.com

Salam Founder
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

TOTALITAS MEMBANGUN BISNIS

TOTALITAS MEMBANGUN BISNIS

Untuk mencapai kesuksesan dalam setiap bisnis yang dijalani, perlu upaya habis-habisan (all out) sehingga hasil yang dicapai sesuai yang diinginkan.

Sukses adalah milik orang yang tangguh, kuat dan pantang menyerah. Sukses harus diperjuangkan dengan penuh keyakinan dan tekad yang kuat.

Setiap pebisnis harus memiliki sikap total dalam berbisnis. Artinya tidak mengerjakan sesuatu secara setengah-setengah, berikan kualitas terbagus dan yang terbaik untuk pelanggan Anda.

Dalam mencapai kesuksesan pebisnis harus kerja keras tanpa mengenal Lelah. Jika perlu tetap bekerja untuk bisnis walau weekend dan di hari libur, tidak ada hari libur untuk bisnis. Tidak kata-kata holiday kecuali hanya waktu hari raya lebaran.

Pebisnis mengambil waktu lebih Panjang dan bekerja lebih keras dari karyawanya sendiri. Bisnis Owner harus bisa memberikan contoh dan teladan kepada karyawannya bagaimana menjadi pekerja keras.

Tidak ada waktu untuk bersantai apalagi jalan – jalan, karena omset menjadi taruhan jika bekerja bermalas – malasan. Kebocoran akan terjadi di mana- mana jika pebisnis terlalu longgar. Dan kualitas produksi dan layanan akan jeblok jika pebisnis tidak ketat dalam mengontrolnya.

Itulah konsekuensi menjadi pengusaha. Suka atau tidak suka setiap pengusaha harus menjalaninya.

Kondisi yang demikian harus dijalani oleh para Pebisnis terutama pada level START UP.

Secara umum bisnis pada tahap Start Up masih sangat tergantung dengan ownernya. Ada beberapa ciri – ciri atau gejala bisnis masih tergantung dengan ownernya, antara lain:

  1. Owner bekerja lebih keras daripada karyawannya.
  2. Tidak ada waktu libur, weekend dan hari libur tetap bekerja, sementara karyawan libur.
  3. Omset dipengaruhi oleh semangat pemilik bisnisnya. Omset naik jika semangat naik, omset turun jika semangat loyo.
  4. Sering lembur, jarang bertemu dan berbincang dengan anak, karena waktunya habis untuk bisnis.
  5. Mulai percaya bahwa Superman itu nyata dan tidak ada Super Hero yang bisa menolongnya.
  6. Tidak jelas apakah kerja kerasnya untuk diri sendiri atau untuk keluarga.

Kenyataannya tidak hanya pada Start Up, ciri – ciri di atas ternyata masih banyak ditemui juga pada pebisnis yang bukan Start Up lagi, akan tetapi sebenarnya dia sudah dalam kategori berkembang (Grow Up). Kenapa bisa demikian?

Karena dia lupa membangun SISTEM dan TEAM untuk membesarkan bisnisnya!.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di  www.mastersop.com

Salam Founder
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

TEMUKAN BEST PRACTICE BISNIS ANDA

TEMUKAN BEST PRACTICE BISNIS ANDA

Best Practice atau praktik terbaik dapat didefinisikan sebagai suatu cara paling efisien (upaya paling sedikit) dan efektif (hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas, berdasarkan suatu prosedur yang dapat diulangi yang telah terbukti manjur untuk banyak orang dalam jangka waktu yang cukup lama (Wikipedia).

Menurut Untung Sutikno, Best Practice adalah suatu ide atau gagasan mengenai suatu teknik, metode, proses, aktivitas, insentip atau penghargaan [reward] yang lebih efektif dalam mencapai keberhasilan yang luar biasa dibandingkan dengan teknik, metode, proses lain (untungsutikno.blogspot.co.id, 2010).

Apa hubungan best practice ini dengan sistem bisnis?

Sistem dibuat berdasarkan proses bisnis dalam suatu perusahaan. Proses bisnis dari perusahaan Anda dengan perusahaan lainnya berbeda – beda. Maka Anda tidak bisa sekedar Copy Paste sistem dari milik perusahaan lain yang lebih sukses untuk dipakai pada perusahaan Anda. Ibarat baju, tidak akan benar-benar pas dengan tubuh Anda jika tidak dibuat berdasarkan ukuran badan Anda sendiri. Bisa jadi baju tersebut kurang nyaman dipakai, kelonggaran atau kesempitan.

Maka, Anda harus menemukan best practice bisnis Anda sendiri! Ketahuilah best practice perusahaan lain bukanlah best practice pada perusahaan Anda. Maka sistem harus dibuat berdasarkan best practice perusahaan Anda sendiri. Demikian juga SOP (Standard Operating Procedure). Temukan cara yang terbaik dari setiap proses bisnis pada perusahaan Anda tersebut, kemudian Anda standarkan menjadi SOP untuk Perusahaan Anda.

Anda tetap membutuhkan system perusahaan lain agar bisa dipelajari. Dengan rumus ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) akan mempermudah Anda untuk menyusun system perusahaan Anda. Anda mesti tahu template laporan neraca, laba rugi dan cashflow perusahaan lain untuk dapat menyusun laporan keuangan Anda sendiri. Anda memerlukan template job descriptions, standard operating procedure (SOP), key performance indicators (KPI) berserta contoh – contohnya untuk mengetahui bagaimana system dibuat.

Sistem adalah sekumpulan prosedur dan perangkat yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan sistem itu diharapkan dapat menjamin suatu proses bisnis berjalan seperti yang Anda harapkan terlepas dari siapapun yang menjalankannya.

Siapapun penjualnya, sistem penjualan yang baik akan memberikan jaminan kualitas layanan terhadap pelanggan Anda. Sistem pemasaran yang tepat akan memberi kepastian pencapaian target penjualan. Sistem produksi yang baik akan menjamin kualitas produk seperti yang Anda inginkan.

Banyak cara untuk menyusun sistem bisnis. Dan di sini Anda dapat menemukan cara mudah menyusun SOP (Standard Operating Procedure) usaha Anda dengan tepat.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di  www.mastersop.com

Salam Founder
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

#master-sop
#sistem-bisnis
#contoh-sop
#sop-perusahaan
#menolak-kalah
#berdayadi-Negeri-Sendiri
#buku-bisnis
#grounded
#konsultan-sop
#konsultan-bisnis

Tag: master sop, sistem Bisnis, contoh sop, sop perusahaan, menolak kalah, berdaya di negeri sendiri, buku Bisnis, grounded business coaching, konsultan sop, konsultan Bisnis, business coach, Bisnis bali,

BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

Business Model Canvas (BMC) adalah tools bisnis yang menjelaskan bisnis model atau menjelaskan bagaimana bisnis tersebut menghasilkan uang. Alexander Osterwalder adalah penemu BMC yang diterjemahkan dalam 9 blok atau elemen yaitu :

(1) Customer segments, (2) Value Propositions, (3) Channels, (4) Customer Relations,  (5) Revenue Streams, (6) Key Activities, (7) Key Resourses, (8) Key Partners, (9) Cost Structures.

Sebagai rencana bisnis, BMC mengantisipasi agar pebisnis tidak terjebak kepada 9 penghambat kemajuan bisnis, yaitu:

  1. Ketidakjelasan Target pasar
  2. Produk tidak dibutuhkan pelanggan
  3. Produk tidak dikenali pasar
  4. Kurang perhatian kepada pelanggan
  5. Sumber pendapatan terbatas
  6. Kegiatan inti kurang mendapat perhatian
  7. Sumber daya tidak siap
  8. Memilih mitra yang salah
  9. Cost tinggi dan tidak efisien.

Biasanya BMC disajikan dalam bentuk poster besar dan visual, karena itu mudah untuk berbagi melalui media foto atau mengambil poster dari dinding untuk  bertemu dengan pihak lain yang berkepentingan. Bentuk visual dari BMC ini memudahkan business owner untuk melibatkan team dan membaginya dengan partner.

BMC bisa dipakai untuk semua jenis model bisnis, disamping  mempercepat mengetahui keseluruhan kekuatan dan kekurangan bisnis, BMC juga dapat melakukan proses analisa kebutuhan biaya dan profit secara cepat. BMC dapat digunakan memetakan bisnis secara sistematis, mengetahui kelemahan dan kekuatan semenjak dini dari sudut pandang yang benar. Sehingga BMC dapat digunakan untuk pengambilan keputusan pengembangan manajemen strategi bisnis.

Customer Relationships dalam BMC memandu Anda dalam membangun relasi dengan Konsumen, relasi dengan konsumen penting agar konsumen kita tidak lari ke pesaing.

Tiga blok dalam BMC membantu Anda untuk meningkatkan penjualan sesuai target yang ditetapkan.  Yaitu Customer Segments, Channels, Customer Relationships memiliki tujuan untuk meningkatkan Penjualan.

Value Propositions dan Key Partners membuat Anda menang menghadapi persaingan. Dalam membangun bisnis yang kuat dan kokoh Anda harus menciptakan valuasi produk yang terunggul dan partner yang tepat untuk membantu bisnis Anda. Untuk memastikan bisnis Anda berjalan, dalam business model canvas ini Anda memasukkan siapa-siapa saja yang nantinya akan mendukung bisnis berjalan baik. Key Resourses memetakan siapa dan apa saja yang dibutuhkan agar bisnis Anda tetap berjalan

Membuat BMC adalah cara yang efektif untuk membuat sistem bisnis. Key Activities dan Key Resourses secara khusus membantu Anda mendesain sistem business, job descriptions dan SOP perusahaan. Tujuan sistem bisnis agar bisnis semakin efektif dan berkembang dan menghasilkan maksimal meskipun kita tidak rutin berada di bisnis kita.

Puncaknya adalah Revenue Streams sebagai elemen penghasil uang, sumber – sumber pendapatan dari bisnis Anda. Sedangkan Cost Structures adalah biaya-biaya yang dikeluarkan agar bisnis berjalan, selisih Revenue Streams dengan Cost Structures menghasilkan profit atau keuntungan atas bisnis yang Anda jalankan.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di  www.mastersop.com

Salam Founder
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

#master-sop
#sistem-bisnis
#contoh-sop
#sop-perusahaan
#menolak-kalah
#berdayadi-Negeri-Sendiri
#buku-bisnis
#grounded
#konsultan-sop
#konsultan-bisnis

Tag: master sop, sistem Bisnis, contoh sop, sop perusahaan, menolak kalah, berdaya di negeri sendiri, buku Bisnis, grounded business coaching, konsultan sop, konsultan Bisnis, business coach, Bisnis bali,