RISET PASAR

RISET PASAR

Bagi Anda, khusus teman-teman pengusaha yang mempunyai produk atau jasa, coba jawab beberapa daftar pertanyaan berikut ini:
1. Siapa pelanggan dan calon pelanggan yang akan Anda sasar?
2. Apa yang mereka butuhkan dan inginkan?
3. Berapa usia mereka?
4. Mereka itu pria dan atau wanita?
5. Apa pekerjaan mereka?
6. Berapa penghasilan mereka?
7. Di mana mereka tinggal?
8. Seberapa sering mereka akan membeli produk atau jasa Anda ini?
9. Model, gaya, format, bentuk, jenis, warna, atau rasa seperti apa yang mereka sukai?
10. Mengapa mereka mau atau tidak mau membeli di tempat Anda?
11. Sejauh mana kebutuhan dan keinginan mereka terpenuhi oleh produk atau jasa yang Anda tawarkan?
12. Di saat kapan mereka biasanya membutuhkan produk atau jasa tersebut?
13. Bagaimana persepsi mereka terhadap produk atau jasa yang Anda tawarkan?
14. Media iklan atau promosi mana yang paling efektif untuk menjangkau mereka?
15. Bagaimana pelanggan menilai produk atau jasa Anda dibanding dengan pesaing?

Jawaban Anda atas pertanyaan di atas adalah data informasi atau hasil riset yang merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dalam pengembangan rencana pemasaran yang efisien dan efektif.

Perusahaan kecil (UKM) tidak akan bisa bertahan jika kehilangan pasar mereka. Karena minimnya dana dan ketatnya angggaran, UKM harus menghindari kesalahan dalam menentukan pasar.

Riset pasar akan memberikan panduan untuk membidik pasar yang disasarnya secara ‘efisien’ dan ‘efektif’.

Untuk memenangkan persaingan bisnis, perusahaan harus mempertimbangkan perubahan tren demografis, serta menyesuaikan strateginya. Perusahaan akan lebih beruntung apabila bisa memahami pasar, pelanggan, dan pesaingnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat,

Salam founder,
Master SOP & Sistem Bisnis
www.mastersop.com

BAHAGIA ITU JIKA KAMU OKE, AKU OK

BAHAGIA ITU JIKA KAMU OKE, AKU OK

Komunikasi sehat adalah komunikasi yang dibangun atas dasar keseimbangan pada diri seseorang yang bersifat konstruktif.

Pola komunikasi sehat bukan hanya mementingkan diri sendiri, akan tetapi adanya pengakuan akan orang lain yang memiliki hak yang sama dengan dirinya.

Ada 4 pola komunikasi:

  1. I am OK, You are OK
  2. I am OK, You are Not OK
  3. I am Not OK, You are OK
  4. I am Not OK, You are Not OK

‘I am OK, You are Not OK’ adalah pola komunikasi yang kurang sehat, dimana posisi ini menunjukkan individu dirinya lebih baik dari orang lain. Pola ini ada kecendrungan menuntut dan menyalahkan seseorang, menuduh atau mengambing hitamkan orang lain.

Selain ‘I am Ok, You are not Ok’, pola komunikasi tidak sehat lainnya adalah: ‘I am Not Oke, You are OK’ dan lebih parah lagi adalah “I am Not OK, You are Not OK’.

Yuk kita bangun komunikasi sehat untuk kebaikan kita bersama. Bahagia itu jika Kamu OK, aku OK!

 

Salam Sadar SOP,
Alim Mahdi
Master SOP & Sistem Bisnis
www.mastersop.com

#sadarsop
#mastersop

VISI, MISI & VALUE BUKANLAH PEMANIS

VISI, MISI & VALUE BUKANLAH PEMANIS

Visi, misi, value dan corporate culture adalah salah satu materi dalam WORKSHOP SOP: Fundamental Sistemasi Bisnis. Dan kenapa saya selalu sampaikan materi tersebut di awal pada hari pertama workshop tersebut?

Dalam bisnis VISI, MISI & VALUE bukan sekedar pemanis dan formalitas belaka!.

Ketahuilah kawan, Visi, misi adalah cita2 sekaligus goal perusahaan Anda, adanya cita2 memudahkan kita untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan juga dengan corporate value dan culture.

Tanpanya system dan SOP yang kita buat tidak ada ujung pangkalnya. Sistem yang tidak memiliki corporate value seperti kehilangan jiwa, jika diterapkan akan terasa hampa sehingga tidak mampu menumbuhkan sense of business, sense of crisis dan sense of belonging dari setiap stake holdernya.

Corporate Value / culture adalah nilai utama dalam bekerja. Dia adalah prilaku yang diakui, mentalitas yang disepakati, kebiasaan yang dibanggakan, sikap yang diunggulkan dan prinsip yang ditanamkan.

Maka buatlah SOP Anda sejalan dengan visi misi dan nilai-nilai dalam bisnis Anda!

Salam Sadar SOP,
Alim Mahdi
Master SOP & Sistem Bisnis
www.mastersop.com

#sadarsop
#mastersop

PERBEDAAN CEO, OWNER, FOUNDER DAN CO-FOUNDER

PERBEDAAN CEO, OWNER, FOUNDER DAN CO-FOUNDER

Ada yang masih bingung dengan perbedaan CEO, Owner, Founder dan Co-Founder dalam dunia bisnis. Karena itu berikut bisa saya jelaskan sedikit pengertian masing-masing istilah tersebut.

CEO
CEO disini bukanlah kepanjangan Chief Everything Officer lho ya, akan tetapi dari singkatan CHIEF EXECUTIVE OFFICER.

Chief berarti kepala atau yang memimpin sedangkan Executive berarti jajaran direksi. Seorang CEO tidak bisa memimpin perusahaan seorang diri, seorang CEO harus di bantu oleh jajaran direksi di bawahnya seperti direktur atau wakil direktur. Istilah ini biasa dipakai perusahaan di amerika dan eropa, tetapi kini sering juga kita dengar di Indonesia.

FOUNDER
Founder digunakan untuk pendiri atau pencetus ide usaha, bisa perorangan atau kelompok, founder biasanya juga sebagai owner sebuah perusahaan.

OWNER
Owner lebih mengarah ke pemilik usaha, bisa perorangan atau kelompok. Kelompok atau grup biasanya ada investasi dari beberapa investor namun pemilik usaha tetap jadi owner. Investor pun bisa di katakan owner.

CO-FOUNDER
Co-founder mengarah ke seseorang yang menjadi rekan si founder, bisa perorangan atau kelompok.
Ada dua pandangan co-founder pendiri (pencetus usaha) yang bekerja sama dengan Founder lainnya, jadi Co-founder ini ia merupakan orang yang ke-2 ke-3 dan seterus nya sebagai pendamping.

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di www.mastersop.com

 

 

Salam Founder,
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
Master G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

PROBATION PERIOD BUKAN AJANG COBA – COBA

PROBATION PERIOD BUKAN AJANG COBA – COBA

Saat merekrut karyawan baru, setiap karyawan harus melewati masa percobaan kerja atau probation selama lebih-kurang tiga bulan.

Masa Percobaan Kerja atau Probation Period merupakan cara perusahaan melihat kinerja karyawan, apakah memenuhi ekspektasi atau tidak. Memastikan bahwa karyawan tersebut kinerjanya sebagus pada proses perekrutan dan dapat memenuhi standar kinerja yang diharapkan.

Dalam masa percobaan perusahaan akan memastikan potensi karyawan bersangkutan dapat diberdayakan sehingga menghasilkan kinerja yang baik sesuai ekspektasi perusahaan dan bisa dijadikan karyawan tetap atau tidak.

Untuk memastikan kinerja, maka perusahaan tentunya mempunyai standar kerja dan uraian tugas dan janggungjawab yang mesti dipenuhi oleh karyawan.

Paling tidak, training karyawan dalam masa percobaan mempunyai beberapa tujuan sebagi berikut :
1. Training tentang pengenalan lingkungan perusahaan. Terkait kondisi lingkungan kerja, jam kerja, peraturan perusahaan, serta budaya kerja yang ada di perusahaan.
Training ini bertujuan untuk membantu karyawan baru untuk dapat lebih cepat dalam beradaptasi.
2. Training Tentang Job Description, Standard Operating Procedure (SOP) dan Instruksi Kerja, adalah training yang terkait dengan wilayah jangkauan tugasnya, pihak yang terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya.
3. Training tentang 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) dan K3 untuk kenyamanan di lingkungan kerja dan pemahaman prosedur keselamatan kerja karyawan.

Jadi masa training atau masa percobaan tidak sekedar ajang coba-coba atau agar karyawan yang bersangkutan mudah beradaptasi. Ada point 2 dan 3 yang harus menjadi target managemen dalam memberlakukan masa percobaan pada karyawan baru.

Nah, terkhusus pada poin 2, apa jadinya jika Anda merekrut karyawan, akan tetapi perusahan Anda belum mempunyai SOP, Job Description dan Struktur Organisasi yang jelas?

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di www.mastersop.com

Salam Founder
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
Master G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

 

#mastersop
#sadarsop
#konsultansop