Apa itu Standar Operasional Prosedur Rumah Sakit?
Secara default SOP merupakan kependekan dari Standard Operatinh Procedure namun lebih mudah dipahami dengan bahasa Indonesia menjadi standar operasional prosedur. Secara pengertian, SOP adalah instruksi atau langkah-langkah yang harus dilaksanakan oleh semua pemeran pemegang SOP tersebut (dalam hal ini rumah sakit) untuk menyelesaikan proses kerja secara rutin dalam kurun waktu tertentu. Berbicara mengenai standar operasional prosedur rumah sakit, pada dasarnya SOP memiliki beberapa istilah yang kerap digunakan seperti :- SOP atau Standard Operating Procedure
- SPO atau Standar Prosedur Operasional
- Protap atau Prosedur Tetap
- Prosedur Kerja
- Petunjuk Teknis
- Prosedur Tindakan
- Prosedur Penatalaksanaan
Manfaat Standar Operasional Rumah Sakit
Sebuah prosedur yang diciptakan tentu saja memiliki tujuan atau manfaat yang ingin dicapai. Hal tersebut juga berlaku untuk SOP rumah sakit yang memiliki manfaat seperti berikut ini:- SOP dibuat sebagai pemenuhan syarat Akreditasi Rumah Sakit atau sebagai standar pelayanan Rumah Sakit.
- SOP dibuat sebagau dokumentasi intruksi dan langkah-langkah prosedur atau kegiatan.
- SOP dibuat untuk memastikan bahwa staf rumah sakit telah bekerja sesuai dengan prosedur serta memahami bagaimana seharusnya pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Format Standar Operasional Rumah Sakit
Untuk mencapai semua manfaat yang telah disebutkan si atas, maka perlu adanya standarisasi yang mengatur bagaimana SPO harus dibuat. Hal tersebut juga sesuai dengan surat edaran Direktur Pelayanan Medik Spesialistik No. YM.00.02.2.2.837 tanggal 1 Juni 2001mengenai format SOP. Adapun penjelasan format SPO sesuai surat edaran tersebut yaitu:- Penulisan Nama Rumah Sakit dan Logo, No Dokumen, Judul SPO, No. Revisi, Tanggal Terbit dan Tanda Tangan Direktur Rumah Sakit harus tetap berada di dalam kotak atau label yang tersedia. Sementara itu Pengertian, Kebijakan, Tujuan, Prosedur serta Unit Terkait harus dituliskan di luar kotak.