KEBIASAAN VS SOP

KEBIASAAN VS SOP

KEBIASAAN VS SOP

‘KEBIASAAN VS SOP’ KEBIASAAN adalah sesuatu yang dikerjakan berulang-ulang. Dan sesuatu yang dikerjakan berulang-ulang menjadi sebuah kebiasaan, demikian juga dalam proses bisnis.

Tadi pagi saya makan di warung langganan saya, katakan namanya warung bu Rizky di daerah Denpasar yang lokasinya tidak jauh dari toko sepeda saya.

Lama saya tidak makan di warung ini, begitu saya datang langsung saja diajak ngobrol oleh bu Rizky pemilik warung. Mulai bertanya tentang kabar, kegiatan sampai tentang pengelolaan warungnya.

Warung Bu Rizky tidak terlalu besar tapi cukup ramai, buka jam 7 pagi dan tutup jam 9 malam, warung ini dikelola sendiri oleh bu Rizky dibantu oleh seorang anak perempuannya dan 3 orang pegawai.

Menurut pengakuan bu Rizky biaya kontrak warung bu Rizki 17juta per tahun dan omset penjualan rata-rata 2,5juta per hari.

“Tidak seramai dulu mas, sekarang warung sudah banyak.” Katanya sambil membersihkan jamur tiram yang akan dimasaknya.

Penyebab Turunnya Omset

Sudah lebih dari 10 tahun ibu Rizky jualan di warung ini, dan tidak bisa meninggalkan warungnya sama sekali, kecuali dalam keadaan sakit dan hari raya atau ada keperluan penting di kampung halamannya baru bisa meninggalkan warung, itu pun warung terpaksa ditutup untuk beberapa hari.

“Kenapa ditutup bu, kan ada karyawan?” Tanya saya penasaran

“Gak bisa mas, karena semua saya yang masak dan anak-anak tidak ada yang bisa masak.” Jawabnya.

Menurut penuturannya, bu Rizky pernah menyuruh karyawannya untuk memasak akan tetapi malah kacau, rasanya berbeda dan membuat pelanggannya banyak yang komplain. Karena itu bu Rizky tidak berani menyerahkan urusan masakan kepada karyawannya. Seperti biasa bu Rizky harus membuat bumbu dan memasak sendiri dari aneka ragam menunya yang dimasak mulai dari pagi sampai sore hari.

“Gak capek bu?” Tanya saya memastikan. _“Iya capek mas, tapi sudah biasa begini, tiap hari ngurusin warung dari pagi sampai malam.”_ Katanya. _“Ibu gak pernah ngajarin karyawannya untuk masak?”_ Tanya saya lagi. _“wah gak bisa, tambah kacau nanti!”_ kata bu Rizky.

Gak Ada Kemauan untuk Berkembang ?

Kemudian saya memancing dengan pertanyaan: “hem… ibu gak punya keinginan buka cabang? Dan jawabnya: “gak ada niat balas mas, biarlah jalan seperti ini, satu saja sudah kewalahan mas.” Kata bu Rizky sambil meneruskan pekerjaannya.

Begitulah, warung konvensional seperti milik Bu Rizky ini proses operasional bisnisnya dijalankan berdasarkan kebiasaan turun menurun dan apa adanya. Dalam segi rasa masakan tidak kalah dengan warung modern bahkan warung bu Rizky ini mempunyai ciri khas tersendiri sehingga saya suka mampir dan mencicipi masakannya terutama rawon kesukaan saya. Tapi dalam hal manajemen pengelolaannya tentu dijalankan apa adanya.

SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURE) dibuat agar pengusaha tidak semakin larut dengan kebiasaan – kebiasaan yang menyebabkan usaha sulit berkembang. SOP akan mengurai berbagai kendala dengan menghilangkan kebiasaan – kebiasaan yang tidak baik. Dan ‘mengukuhkan’ kebiasaan yang sudah baik sehingga menjadi prosedur standar yang mampu mendorong perkembangan bisnis kita.

Baca Juga IDENTIFIKASIKAN PROSES BISNIS ANDA!

*Dapatkan Paket Serial Contoh SOP Perusahaan di www.mastersop.com

Salam Founder,
By Alim Mahdi
Master SOP & System Bisnis
G-Coach, Entrepreneur, Konsultan dan Penulis Serial Buku SOP Perusahaan.
Founder Madani Kidz dan Penerbit Lingkar Madani Sentosa.
HP/WA: 08124683055

#master-sop
#sistem-bisnis
#contoh-sop
#sop-perusahaan
#menolak-kalah
#berdayadi-Negeri-Sendiri
#buku-bisnis
#grounded
#konsultan-sop
#konsultan-bisnis

Tag: master sop, sistem Bisnis, contoh sop, sop perusahaan, menolak kalah, berdaya di negeri sendiri, buku Bisnis, grounded business coaching, konsultan sop, konsultan Bisnis, business coach, Bisnis bali,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *